Andai aku bisa

Andai aku bisa, aku ingin mengetuk pintumu ya Allah
lalu menanyakan langsung kepadaMu
mengapa engkau memberiku perasaan sebanyak ini?
karena rasanya perasaanku bekerja lebih banyak daripada orang normal

karena jujur ya Allah
sungguh hati ini lelah
ingin rasanya tak merasa apa apa sebentar
agar air mata ini tak terus jatuh

Andai aku bisa,
aku ingin mengetuk pintunya lagi
menanyakan,
mengapa ya Allah?
mengapa pikiran ku sekompleks ini?
mengapa ada banyak perspektif?
mengapa ada berbagai pemikiran, dari yang baik sampai yang jahat?
mengapa harus memikirkan banyak sekali hal dari yg sudah lampau sampai yang akan datang?
mengapa?
karena terkadang
melawan keinginan jahat diri sendiri juga melelahkan
dan menganalisis semua kejadian yang sudah lalu itu benar benar melelahkan
belum lagi menyalahkan diri sendiri setelahnya
lalu ada juga akibat lainnya seperti tidak bisa memilih atau menyatakan pendapat

ya Allah
bagaikan kata Chairil Anwar
di pintuMu aku mengetuk
tidak bisa berpaling
di pintuMu
aku tumpahkan sekali lagi air mata ini
di pintuMu aku ingin selamanya berada

Comments