[You can't be anything in your life unless you forgive yourself]
the words on the picture written by one of my favorite poet; Keyballah.
kalo aku boleh menginterpretasi kan sendiri maka aku akan bilang bawa di dekade ini aku mengambil banyak pelajaran; dan bukan karena mereka menyakitiku atau apa; tapi karena aku,
karena aku sudah banyak menyakiti mereka. yang pada akhirnya aku sadari
dengan berbagai cara, entah mendengar langsung dari orang yang bersangkutan, atau orang lain atau bahkan dari youtube.
Di tahun ini, aku belajar banyak; tentang manusia, tentang cara bersikap, tentang perasaan, tentang pendirian ku yang tak selalu benar, tentang mengalah, tentang meminta maaf.
Maka dari itu, aku tau ternyata perjalanan ku ini banyak salahnya, banyak merasa lebih benarnya, lebih mendingnya, banyak menyakiti yang lain. dan ini semua melahirkan perasaan perasan bersalah
Di tahun ini juga aku mengidap dengan depresi dan anxiety. Ini adalah produk dari akumulasi rasa bersalahku. Kalau boleh jujur semua ini tidak dimulai tahun ini, ini sudah dimulai dari tahun 2018 akhir, namun perasaan perasaan tak mengenakan ini tak kunjung hilang. Selain itu, ini semua juga menghasilkan hal besar lainnya yaitu aku jd pengecut, jadi takut, takut salah bicara, takut salah bersikap, takut dibenci, takut orang orang belum memaafkanku, takut ditinggal sendiri, takut, takut, takut.
Kalau sampai paragraf ini kau jd bingung kenapa orang sebahagiaku ternyata sedepresi ini. ini karena ketidakmampuanku untuk berbicara apa yg aku rasakan selama ini. aku hanya memendam nya satu satu lalu aku kuburkan di halaman belakang hatiku. Dan, jika aku mencoba untuk menceritakan apa yg kurasakan, aku akan terlihat lemah karena aku akan menangis dan merasakan sakit di dada. Ah sungguh, siapa yang suka terlihat lemah? setidaknya bukan aku. aku terlalu pengecut untuk terlihat lemah, aku harus terlihat kuat, aku harus selalu tersenyum, untuk orang orang sekitarku.
Jika satu dekade ini berarti dari tahun 2010, maka telah habis lah satu dekade ini dengan segala rupanya dengan segala tangisan amarah dan kesalahan yang kubuat. terlewati dengan ratusan tangisan, di malam hari, di mobil, di kelas, atau di dalam hati. aih masi teringat jelas hari hari terberat ku di 2011/2012 hari hari aku merasa seperti tidak ada yang mengertiku, sampai aku mulai menyakiti diriku.
Atau hari hari ku di 2014, dimana aku membuat kesalahan yang mungkin cukup besar lalu rasanya semua orang berbalik arah dariku, hingga akhirnya semua membaik secara perlahan.
hari hari ku di 2016/2017 juga diisi dgn banyak malam malam panjang penuh tangisan, hingga esoknya harus bangun lebih pagi agar bisa mengompres mataku dulu agar tidak terlalu bengkak. hari hari itu ku lalui dengan keyakinan orang orang membenciku, aku takut, hingga aku jarang sekali makan siang di ruang makan, aku merasa selalu menjadi kambing hitam di tiap masalah dan di lain sisi aku juga menyakiti yang lain sehingga selalu ada perasaan yang mengganjal.
lalu 2018/2019 banyak perubahan terjadi entah keadaan yang memaksaku berubah atau keinginan dari diriku sendiri, intinya aku menyadari banyak hal dan di tahun tahun ini kebanyakan kesedihan ialah datang dari diriku sendiri yaitu karena aku sibuk menyalahkan diriku yang dulu.
Dan sampai paragraf ini, aku masih takut, takut aku akan meneteskan air mata karena menulis apa yang kurasakan.
Tapi aku juga telah menemukan titik tersng dari ini semua.Bahwa, sampai kapanpun, walaupun aku telah berubah, aku tidak bisa menghapus kesalahanku di masa lampau, dan sebaik apapun perubahanku aku pun pasti akan berbuat salah lagi di masa depan. Begitu juga orang lain, mereka juga manusia biasa yang juga mungkin saja menyakitiku di masa depan, namun aku menemukan sesutau yang ajaib yg bisa dilakukan yaitu "memaafkan". jika aku telah bisa memaafkan diriku maka aku tidak usah repot repot membenci diriku. dan jika aku dapat memaafkan orang lain aku juga tidak usah sibuk sibuk memelihara kebencian untuk mereka.
i wish we all have the ability to forgive one another and to forgive ourselves. so we can live a happier life :)

Comments
Post a Comment